Indonesia adalah negara yang kaya akan sumberdaya alam, dan tenaga manusia, dan kini dalam tahap pengembangan kemampuannya dalam sains dan teknologi. Indonesia adalah laboratorium alami terbesar dan paling beraneka ragam di
permukaan bumi. Keanekaragaman hayati, alam, etnis, dan sosial budaya. Keanekaragaman itu adalah aset yang luar biasa, sumber dari pengetahuan. Surga bagi ilmuwan kebumian, ilmu hayati, kelautan, sosial, budaya, dan surga bagi teknologi kelautan. Apabila dikelola dengan baik maka ini akan menjadi kekuatan Indonesia.Membangun masyarakat sains dan teknologi dibutuhkan visi jangka
panjang. Hal yang harus
disadari oleh masyarakat Indonesia khususnya generasi mudanya. Karena generasi muda adalah amunisi masa depan. Kesadaran akan jati diri bangsa, apa dan siapa Indonesia? Apa yang dimiliki Indonesia? Dimana Indonesia saat ini dan akan kemana nanti? Adalah pertanyaan-pertanyaan dasar yang harus dijawab, dipahami, dikomitmenkan dan dijalankan setiap maknanya. Dimana dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut generasi muda Indonesia akan memahami kondisinya saat ini dan tujuan di masa datang akan dibawa kemana Indonesia. Tentunya dengan melihat keadaan sekarang dimana perkembangan sangat pesat terhadap sains dan teknologi.Generasi muda harus menyadari bahwa Indonesia merupakan gabungan dari berbagai etnik dan agama, tinggal di daerah tropis antara benua Eurasia dan Australia, yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, terdiri dari 17
.508 pulau dengan wilayah lebih dari 7 juta km², yang 1,9 juta km² berupa daratan. Selebihnya ditutupi oleh laut. Daerah pantainya lebih dari 81.000 km. Bangsa Indonesia harus memahami kenyataan itu. Perairan Indonesia menawarkan jalur lewat bagi kapal-kapal dari Jepang, China, Taiwan, Hongkong, dan negara-negara Asia Timur lainnya, menuju Eropa. Transportasi laut masih merupakan yang termurah sampai saat ini. Di samping itu, walaupun telah tersedia satelit dan pesawat terbang, perairan Indonesia masih merupakan jalur terpendek dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia, misalnya untuk pelayaran angkatan laut Amerika ke Timur Tengah. Indonesia terletak sangat dekat dengan salah satu daerah yang tumbuh paling cepat di dunia.Potensi Indonesia yang demikian besarnya seharusnya menstimulus generasi muda Indonesia untuk memiliki sasaran yang jelas dan pasti ke depannya, terukur, berorientasi pada hasil yang dapat dilihat parameter kesuksesannya dan dapat dilakukan. Pencapaian terhadap sasaran tersebut harus
melalui risiko-risiko yang tidak yang harus dilakukan untuk mendapatkan konsekuensi positif yang diharapkan seluruh masyarakat Indonesia. Hal tersebut adalah langakah untuk menuju generasi muda yang sadar dan berdedikasi demi bangsanya. Oleh karena itu, sasaran atau visi tersebut haruslah strategik dan jelas parameter-parameternya dengan jangka waktu tertentu. Karena Indonesia masih didominasi bidang agraris dan maritim dengan sebagian wilayahnya daerah pertanian yang marginal dan perairan, maka kenyataan ini haruslah dite
rima dan dijadikan cambukan untuk menentukan sebuah sasaran tajam. Misalkan sasaran itu adalah 15 tahun ke depan Indonesia harus menjadi produsen makanan terbesar yang terbuat dari beras, jagung, sagu, ketela dan protein dari laut dengan daerah objek Seluruh daerah Pesisir Timur Sumatera, Pesisir Selatan Kalimantan dan sebagian dari Pulau Lombok harus dijadikan sebagai lahan pertanian beras. Dengan potensi wisatanya yang lengkap mulai dari wisata budaya, wisata alam, wisata kuliner,wisata belanja, wisata bahari dan lain-lain maka Indonesia dapat mentargetkan menjadi tujuan wisata nomor satu di dunia, terutama wisata laut, kehidupan alam terbuka, dan pegunugan–pegunungan vulkanik Indonesia. Di Indonesia matahari bersinar 365 hari setahun. Selama musim dingin manusia di negara-negara bagian Utara akan mengejar matahari ke pulau-pulau Indonesia. hutan-hutan hujan Indonesia yang sangat khas juga mendatangkan daya tarik tersendiri d
an sangat besar manfaatnya untuk paru-paru dunia. Hal ini akan menarik turis, begitu juga pekerja riset, dan akan menghasilkan kayu-kayu baru beserta produk hutan lainnya. Secara bertahap bangun infrastruktur bagi pelaku riset dalam ilmu-ilmualam, dan antropologi. Bila dikelola dengan baik, hal ini akan menghasilkan devisa selain output ilmiah itu sendiri. Hal yang terpenting adalah: Indonesia harus mempunyai visi strategik, penetapan prioritas, bersikap konsisten dan tidak gampang. Kemitraan dengan yang negara lain sangat dibutuhkan untuk mensinergikan dan mendukung kesuksesan dan kelancaran jalannya saasaran yang akan dicapai, karena pada dasarnya kesuksesan suatu bangsa ataupun manusia juga tercakup kesuksesan mitranya.Generasi muda yang berkompeten dihasilkan dari transformasi sistem pendidikannya. Hal ini haruslah mantap dan kuat. Dengan adanya pendidikan, transfer ilmu berlangsung, pola pikir juga terbentuk. Dimana penanaman terhadap tanggung jawab, penghargaan terhadap karya dan budaya, dan mengahargai habiat hidup di Indonesia yang sangat beragam. Dan yang terpenting adalah belajar menjadi bagian dari komunitas dunia, yang beretika dan menjunjung tinggi pluralisme. Pendidikan yang baik akan membentuk generasi yang berkarakter yang mempunyai identitas Indonesia dan berpikir dunia.
Mengejar pelangi emas di Indonesia jika direncanakan dengan matang, dengan strategi yang jitu, ini akan berakhir dengan hujan emas. Demikian Mudaham T. Zen pada tulisannya ‘Mengejar Pelangi Emas’ yang merupakan inspirasi dari artikel ini. Maka demikian juga dengan generasi muda dengan mimpinya untuk membangun Indonesia keluar dari segala keterpurukannya, memerlukan managemen yang kuat dan sistematis dimana sasarannya terukur dengan strategi untuk mengantisipasi segala risiko yang akan dihadapi untuk mendapatkan konsekuensi positif berupa Indonesia tinggal landas menuju kejayaaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar