Majalah sekolah biasanya dibuat oleh para siswa yang tergabung dalam kelompok ekstrakurikuler menulis yang diterbitkan per bulan, per catur wulan, per semester. Keberadaan dari majalah sekolah sebagai hasil literasi dan sumber referensi semakin kurang diminati siswa meskipun waktu rilisnya terbilag jarang, Ini dikarenakan majalah sekolah lebih cenderung bergaya populer, sementara kecepatan informasi populer masa kini semakin berlari.
Di sudut pandang lain, meskipun majalah sekolah sedikit peminat, namun kehadirannya ditunggu karena majalah ini adalah prasasti dari hasil karya siswa, hasil ekspresi siswa. Sehingga meskipun tidak semua siswa membacanya, namun bagi sebagian siswa, majalah sekolah berarti tersendiri. Kenangan mereka menelurkan literasi. Kenangan mereka berekspresi.
Di sinilah kreativitas kelompok ekstrakurikuler menulis dituntut supaya kelompok mereka tetap mempunyai katalis untuk bergerak. Membuat blog adalah salah satu inovasi yang bisa dilakukan. Siswa blogger. Kelompok ini bisa membuat e-majalah dan bahkan update kontent dari yang mereka hasilkan di blog secara simultan. Sehingga karya mereka bisa berlari secepat alur informasi pada masa kini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar