Minggu, 11 Desember 2016

Rekam Geliat Literasi di Ujung Barat Laut Tulungagung, Desa Picisan Mulai Menyala!

Hari ini, Minggu, 11 Desember 2016, relawan Sanggar Pena Ananda pagi-pagi menelusuri jalanan mengular di lereng Gunung Wilis.  Agenda hari ini adalah bersinergi dengan relawan dan adik-adik binaan di Perpustakaan Tunas Ilmu, Desa Picisan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Untuk mengakses desa ini, dapat ditempuh dari perempatan Kecamatan Karangrejo ke utara, sesampai di pertigaan Desa Sukorejo terus naik ke barat.

Jalan mengular di lereng Gunug Wilis menuju ke Desa Picisan
Memasuki desa ini, kita akan disambut oleh aspal berkelok yang setengah rontok dan tentu saja panorama hijau dan udara yang menyegarkan. Ini akan membuat perjalanan menjadi sangat mengesankan, nature is curing, pepatah itu sangat tepat ketika kita memasuki kawasan ini. Semuanya terasa segar, ringan seringan angin yang berhembus.

Pemandangan lahan pertanian yang berterasering di Desa Picisan
Setelah sekitar kurang lebih 2 kilometer dari masuk Desa Picisan, sebelum memasuki hutan pinus, ada sebuah wisma Dinas Kehutanan yang sekaligus dijadikan basecamp kegiatan Perpustakaan Tunas Ilmu.

Basecamp perpustakaan Tunas Ilmu, Desa Picisan
Rombogan relawan Sanggar Pena Ananda kali ini berangkat bersama Bapak Muhsin Kalida, penggerak literasi nasional sekaligus dosen Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Setiba di Perpustakaan Tunas Ilmu, kemudian acara sambutan dari Mas Prairanto yang merupakan inisiator lokal kemudian Bunda Zakyzahra Tuga dari Sanggar Pena Ananda dan Pak Muhsin Kalida. Adik-adik binaan dan relawan setelah itu berjalan santai ke hutan pinus sambil membawa buku. Kami ingin berliterasi sambil mengenal dan merasai alam.

Hutan pinus yang asri
Bergantian dari relawan hingga adik-adik binaan membaca puisi sambil berkeskpresi di tengah hijaunya pinus dan nuansa sinar matahari pagi yang menghangat. Puisi-puisi yang dibawakan pagi ini bertemakan hutan. Adik-adik binaan sangat antusias dan melakukannya dengan senang.

Berpuisi tentang hutan di tengah hutan
Pesan yang ditanamkan pada kegiatan literasi pagi ini adalah menjaga alam terkhusus hutan yang merupakan paru-paru dunia, media pembelajar masyarakat sekitar dan sumber daya alam yang tak ada habisnya jika dijaga. Setelah dimotivasi, adik-adik binaan berencana akan melakukan camping  literasi di hutan ini, di masa mendatang. Sorak-sorai antusias mereka membayangkan berkemah, bermain sekaligus belajar, membahana di bawah naungan pohon-pohon pinus yang menjulang.

Tingkah polah adik-adik binaan saat di hutan pinus
Sekitaran satu jam di hutan pinus, kemudian relawan dan adik-adik binaan kembali ke basecamp Perpustakaan Tunas Ilmu. Snack dan air minum dibagikan, saatnya anjang sana dan bersantai. Para relawan mengobrol satu sama lain dan adik-adik melanjutkan agenda rutin mingguan mereka, arisan bareng. Kegiatan arisan bareng ini digagas untuk menanamkan sikap berhemat dan menabung. Adik-adik binaan yang sudah dibentuk struktur organisasi mereka sendiri, yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara, mereka melakukan kegiatan ini secara mandiri. 

Arisan bareng-bareng adik-adik binaan Perpustakaan Tunas Ilmu
Selain itu juga, ada adik-adik yang mengumpulkan buku puisi mereka. Program buku puisi bertujuan untuk merangsang kemampuan literasi khususnya menulis. Nantinya tulisan-tulisan mereka akan dibukukan dan dibagikan di kalangan siswa di Desa Picisan.

Geliat literasi di ujung barat laut Tulungagung ini diharapkan bisa menular dan menjamur di seantero Tulungagung khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya. Demikian harapan relawan-relawan literasi dilangitkan. AAmiin.



2 komentar:

  1. Kegiatan kayak gini kalau dilakukan di seluruh pelosok Tulungagung setiap minggu, dipandu pemuda-pemudi pegiat literasi Desa setempat, kayaknya bakal keren ya Elok.
    Terus mereka menuliskannya di blog masing-masing kayak reportase keren ini, bisa dibayangkan, setiap Minggu unia maya akan gegar info literasi #Tulungagung.... hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bunda,, itu bakalan keren beut,,iyaps sepakat sekali,,semoga bisa terwujudkan ya Bun suatu hari nanti..aamiin ^_^

      Hapus